Senin, 15 Februari 2021

MENGATASI KELELAWAR DI KOS

MENGATASI KELELAWAR DI KOS

 

Beberapa waktu lalu saya pernah menulis tentang kelelawar di tempat tinggal (kos). Saat itu saya bercerita kalau kelelawar sering datang saat malam dan membuang kotorannya sembarangan. Kami penghuni kos yang semuanya cewek jadi kesal melihat lantai depan kamar yang selalu kotor saat kami membuka kamar setiap pagi.

Lalu mengadulah kami ke bapak kos tercinta  tentang perbuatan semena – mena kelelawar (hehehehe). Bapak kos juga bingung bagaimana cara mengatasi kelelawar ini. Mau diajak bernegosiasi juga nggak bisa. Lama kami menunggu solusi apa yang akan dipakai pak kos, belum juga terpecahkan. Akhirnya setelah menunggu dua mingguan, solusi itu sudah ditemukan.

Saat itu saya pulang kerja, terdengar suara kresek-kresek dari atas plafon. Menengadahlah kepala saya, melihat ke atas. Ternyata sumber suara berasal dari atap. Terlihatlah kertas kerlap kerlip warna warni   ( seperti kertas grenjeng ulang tahun ) sepanjang 1 meter menempel seperti parasit di atap dan juga lampion berwarna merah bergelantungan dengan indahnya . Bergoyang ceria terkena hembusan angin. Kaget saya melihatnya…wow apaan nih. Teman saya yang baru keluar kamar berkata, “Itu penangkal kelelawar, mbak” Ooo ternyata ini solusinya.

Saya gembira, karena semenjak terpasang penangkal ini, si kelelawar tidak pernah mampir lagi. Lantaipun jadi awet bersihnya. Hidup pun jadi tambah damai karena tidak harus mengepel lantai setiap hari.

Tetapi kedamaian ini Alhamdulillah hanya berjalan kira-kira  1 bulan saja. Seiring akan datangnya Tahun Baru Imlek, maka hujan dan anginpun menyapa kami setiap hari. Kertas penangkal yang sudah menempel dengan indahnya di atap, pada akhirnya harus menyerah pada kekuasaan angin yang berteriak dengan keras. Sehingga penangkal kertas itu lepas setengahnya alias bergelantungan minta tolong untuk ditempelkan lagi. Tetapi apalah daya kami, karena atapnya yang begitu tinggi. Jadi ya sudah kami biarkan saja kertasnya menggelantung.

Hingga suatu malam saat sedang membaca, saya mendengar suara ceplok-ceplok di depan kamar. Hati saya sudah tidak enak, waduh jangan-jangan si kelelawar mampir lagi. Tangan saya membuka tirai jendela dan terlihatlah pemandangan lantai yang kotor. Ya Alloh kelelawar ini lagi dan lagi mengulangi perbuatannya.


Kami kembali harus merelakan lantai kotor lagi. Ya sudahlah harus sabar dan ikhlas menghadapinya.

2 minggu berlalu dengan perasaan campur aduk, akhirnya pak kos dan anak lelakinya memasang lagi penangkal lainnya. Kali ini dengan penangkal model lain. Yang kertas kerlap kerlip dan lampion merah dibiarkan tetap ada, kemudian tambahannya adalah pesawat dari kertas berjumlah 5 buah bewarna putih. Ada lagi 1 dream catcher, warna putih juga.

Alhamdulillah, malamnya kelelawar tidak datang lagi.

Sebenarnya cara untuk mengatasi kelelawar ada banyak, saya mencari dan membaca di Google bermacam-macam caranya. Tetapi setelah membaca beberapa solusi kok tidak banyak yang sesuai dengan kondisi kos saya. Karena kondisi lingkungan kos saya dibelakang adalah sungai dan pohon-pohon yang lebat sekali daunnya. Akhirnya setelah melalui pemikiran yang mendalam, beberapa cara yang sesuai dengan kondisi kos saya diantaranya adalah :

1.      Memangkas Pohon

Pohon-pohon (terutama pohon keres) ditepi sungai belakang kos berdaun lebat sekali. Lebatnya daun dan buah pohon-pohon tersebut membuat kelelawar kerasan. Sehingga harus sering-sering dipangkas.

2.      Menutup Jalan Masuk Kelelawar

Menutup Jalan masuk kelelawar bisa menggunakan jaring/net. Bahkan teman-teman ada yang menyarankan dikasih tirai kain atau rotan yang bisa ditarik keatas. Jadi saat pagi tirai ditarik ke atas, saat malam diturunkan. Karena biasanya kelelawar berkunjung sekitar jam 19.00. Akses masuk kelelawar ke tempat kos sangat mudah alias terbuka, sehingga kelelawar mudah sekali masuk.

3.      Memasang Mainan Gantung

Mainan gantung bisa berupa kertas kerlap kerlip, lampion, pesawat-pesawatan dari kertas (terserah bahannya), ataupun dream catcher. Mainan yang digantung ini menjadi salah satu cara yang bisa diandalkan karena dengan dipasang berjejer, bisa mengalihkan konsentrasi kelelawar. Karena lokasi yang biasanya didiami kelelawar menjadi ramai dari mainan gantung tadi.

Dari ketiga solusi diatas, yang bisa diwujudkan dikos saya adalah nomor 1 dan 3. Yang nomor 1 dilakukan oleh Pemkot Surabaya, yang nomor 3 oleh pak kos sendiri. Cara tersebut yang paling efekstif dan efisien. Karena semenjak solusi tersebut diterapkan kelelawar sampai sekarang belum mampir lagi.

Dari pengalaman itu baru tersadari bahwa solusi akan muncul dengan sendirinya saat kita mengalami sendiri. Walaupun membaca banyak referensi belum tentu referensi yang kita baca itu sesuai dengan solusi yang dibutuhkan. Tetapi referensi bisa menambah kekayaan wawasan dan ilmu, karena suatu saat  pasti akan bermanfaat buat kita sendiri dan lingkungan.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aroma Zingiber

Rasa rempah di lidah akan berkurang, tapi rasa pedih di hati sulit menghilang Bibirku menguarkan segaris senyum saat menunggu gi...