Minggu, 17 November 2024

Luka di Balik Ceria



Saat hati tak lagi membersamai buana, akan engkau kemanakan diri? Kesederhanaan sebuah senyum indah, menghias bibir yang telah mengering. Mampu membasahi kalbu yang bergelut dengan lara. Aku tak lagi ingin menyentuh indah dunia yang tak lagi bersahabat. Aku menatap mereka dengan hati ratap tersayat. Tak sanggup beraksara.

Dimanakah harus kutempatkan hati, saat luka meresapi diri. Kututupi diri dengan bahagia semu. Kumpulan kata tak perlu, keluar dari tempat yang biasa bersembunyi. Tak sanggup lagi bertahan. Paras sedih nyaman mengenakan topeng bahagia dan ceria, hanya untuk menutupi luka yang tak ingin berhenti.

Hati nestapa siapa yang mampu bertahan dengan topeng bahagia di saat berselimut duka. Topeng tak lagi ceria, senyum tak menyapa, hanya resah dan lelah yang tersisa. Ingin kurobek topeng dusta saat diri letih bersembunyi di balik indahnya.


Note:
Sebuah senandika yang dalam KBBI berarti "wacana seorang tokoh dalam karya susastra dengan dirinya sendiri di dalam drama yang dipakai untuk mengungkapkan perasaan, firasat, konflik batin yang paling dalam dari tokoh tersebut, atau untuk menyajikan informasi yang diperlukan pembaca atau pendengar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aroma Zingiber

Rasa rempah di lidah akan berkurang, tapi rasa pedih di hati sulit menghilang Bibirku menguarkan segaris senyum saat menunggu gi...