Jumat, 22 November 2024

Tertatih Tapi Tak Merintih

                                   by.me

Masih di sini …
Masih terseok-seok 
namun takkan terperosok

Walau pontang-panting,
namun takkan terbanting

Masih tertatih-tatih 
namun takkan merintih

***

Terus bergerak walau awan
mulai berarak
Takkan berhenti walau raga
terdesak

Biar kata orang gagal
takkan mundur walau hanya
sejengkal

#b124m

Puisi di atas adalah kalimat-kalimat indah yang terungkap dari pikiran saudara saya. Saya tertarik dengan aksara-aksaranya yang sederhana, lugas, dan menggelitik saya sebagai pembaca. 

Berawal dari status WA saya pertama kali tahu kalau saudara saya itu merangkai aksara dengan indah. Akhirnya, saya minta saja buat dimasukkan ke blog.

Bagaimana? Menarik, bukan? Menarik menurut saya.
Rangkaian kalimat sederhana, tapi bagi saya; dalam kesederhanaan ada keindahan yang tak kasat mata. Aksara-aksara tersebut, bagi saya memicu semangat dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup yang dihadapi.
Hidup itu indah, hidup itu sederhana, hidup itu bahagia ... tergantung dari manusia.

Bagaimanapun keadaan atau kondisi kita, harus selalu banyak bersyukur dan yakin bahwa akan ada jalan yang diberikan Allah Swt. Bahwa Sang Pencipta selalu membersamai langkah hamba-hambanya. Tidak pernah meninggalkan kita, tapi kitalah yang terkadang lupa pada-Nya dan meninggalkan-Nya. Lupa bahwa Tuhan tidak pernah pergi.

"Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan." (Surah Al-Insyirah:6)

Itulah yang dijanjikan Allah Swt. pada hamba-hambanya.

Puisi tidak akan pergi, selagi literasi masih melekat di hati.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aroma Zingiber

Rasa rempah di lidah akan berkurang, tapi rasa pedih di hati sulit menghilang Bibirku menguarkan segaris senyum saat menunggu gi...